C2.6.Sistem Operasi
Kegiatan Belajar 13. Instalasi Sistem Operasi Multiboot
1. Masukkan Installer Windows, Kemudian siapkan partisi harddisk
2. Buatlah partisi pertama untuk Windows, biarkan ruang sisanya tetap kosong
3. Install Windows hingga selesai
4. Setelah selesai, restart PC dan masukkan installer OS berikutnya, bisa linux atau yang lainnya
5. Lebih mudahnya, pilih saja Guided – Use largest continuous free space, dan biarkan sistem yang mengatur partisi untuk OS berikutnya. Tapi jika sudah ahli/expert, silahkan pilih Manual.
6. Beberapa directory di linux, sebaiknya di pisah ke dalam partisi tersendiri, misalnya /home. Namun jika dijadikan satu kedalam partisi yang sama tidak masalah.
7. Secara otomatis sistem akan memetakan partisi. ntfs merupakan pertanda untuk partisi Windows, sedangkan ext3 dan swap merupakan pertanda untuk partisi Linux.
8. Konfirmasi perubahan partisi.
9. Pilih aplikasi yang akan di install.
a. Murni text >> Pilih opsi Standard…..[yang paling bawah]
b. GUI >> Pilih opsi Graphics………[yang paling atas]
c. Lengkap >> Pilih semua opsi
10. Bootloader harus di simpan ke dalam MBR agar partisi Windows bisa terbaca oleh GRUB.
11. Setelah selesai, maka ketika komputer dinyalakan akan tampil bootloader ala GRUB.
12. Jika menu Windows tidak tampil, maka GRUB perlu di update
a. Jalankan Linux
b. Login sebagai super user
c. Edit file grub >> nano /etc/default/grub
d. Pastikan Windows sudah ada
e. Simpan dan keluar >> ctrl x
f. Update grub >> update-grub
g. Perhatikan pada proses update, jika muncul baris kalimat Windows berarti sudah berhasil
h. Reboot PC dan lihat hasilnya

















